Emas Sentuh Level Tertinggi Enam Pekan, Perak Pecahkan Rekor Baru di Tengah Optimisme Pemangkasan Suku Bunga AS
Harga emas melonjak ke level tertinggi dalam enam pekan pada perdagangan Senin, didorong oleh meningkatnya ekspektasi investor terhadap kemungkinan pemangkasan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada akhir bulan ini. Di saat yang sama, perak mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa, memperkuat sentimen bullish di pasar logam mulia global.
Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga Dorong Reli Emas
Harga spot emas naik 0,7% ke level $4.249,21 per troy ounce pada pukul 08.55 GMT, setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak 21 Oktober. Kontrak berjangka emas AS pengiriman Desember juga menguat 0,5% menjadi $4.275,40. Kenaikan ini mencerminkan meningkatnya keyakinan pasar bahwa The Fed akan melonggarkan kebijakan moneternya lebih cepat dari perkiraan awal.
Dukungan tambahan datang dari dinamika pergantian kepemimpinan di Federal Open Market Committee (FOMC). Menurut analis UBS Giovanni Staunovo, ekspektasi bahwa ketua FOMC yang baru akan bersikap lebih dovish telah meningkatkan permintaan investasi terhadap emas. Prospek suku bunga lebih rendah membuat emas—yang tidak menawarkan imbal hasil—menjadi lebih menarik dibandingkan aset berbunga.
Perak Cetak Rekor Baru, Didukung Permintaan Industri
Perak mencuri perhatian pasar dengan lonjakan 1,5% ke $57,29 per ounce, setelah sebelumnya mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah di $57,86. Selain mengikuti sentimen penguatan emas, perak juga mendapatkan dukungan dari prospek permintaan industri yang membaik pada tahun mendatang. Sektor energi terbarukan, elektronik, dan kendaraan listrik diperkirakan akan meningkatkan konsumsi perak secara signifikan.
Staunovo menegaskan bahwa kombinasi ekspektasi suku bunga rendah dan pertumbuhan kebutuhan industri menjadi katalis utama lonjakan harga perak.
Dovish Tone dari Pejabat The Fed Memperkuat Sentimen Pasar
Dalam beberapa minggu terakhir, pasar memperlihatkan peningkatan tajam dalam taruhan terhadap pemangkasan suku bunga Desember. Data ekonomi AS yang lebih lemah dari perkiraan dan komentar dovish dari pejabat penting The Fed—termasuk Gubernur Christopher Waller dan Presiden Fed New York John Williams—telah memperkuat pandangan tersebut.
Menurut CME FedWatch, pasar kini memperkirakan 88% kemungkinan The Fed akan memangkas suku bunga bulan ini. Jika benar terjadi, ini akan menjadi katalis signifikan bagi reli lanjutan emas dan perak. Suku bunga yang lebih rendah mengurangi biaya peluang dalam memegang logam mulia, sehingga meningkatkan daya tariknya bagi investor global.
Pergantian Ketua The Fed Ikut Pengaruhi Sentimen
Dinamika politik turut memainkan peran penting. Penasihat ekonomi Gedung Putih, Kevin Hassett, menyatakan kesiapannya untuk menjabat sebagai Ketua The Fed jika dipilih—sikap yang sejalan dengan pandangan mantan Presiden Donald Trump yang menginginkan suku bunga lebih rendah. Menteri Keuangan Scott Bessent menambahkan bahwa Trump kemungkinan akan mengumumkan penggantinya sebelum Natal.
Prospek pemimpin baru yang lebih pro–pelonggaran kebijakan semakin menguatkan spekulasi pasar bahwa penurunan suku bunga tinggal menunggu waktu.
Pasar Menanti Rilis Data Ekonomi AS
Investor kini mengarahkan perhatian pada rilis data ketenagakerjaan ADP bulan November yang akan keluar Rabu, serta laporan inflasi PCE inti untuk September pada Jumat. Kedua data ini akan menjadi indikator penting bagi arah kebijakan The Fed ke depan.
Sementara itu, dolar AS melemah ke level terendah dua minggu, membuat emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain—sebuah faktor tambahan yang mendorong kenaikan harga.
Prospek 2025: Emas dan Perak Diprediksi Terus Menguat
Staunovo memperkirakan harga emas akan naik menuju $4.500 per ounce pada tahun depan, sementara perak diperkirakan mencapai $60 per ounce. Dengan kombinasi faktor makroekonomi, kebijakan moneter, dan permintaan industri yang solid, prospek logam mulia tampak semakin menjanjikan.
Di antara logam mulia lainnya, platinum naik 0,5% ke $1.680,75, dan palladium menguat 0,2% ke $1.452,97, menunjukkan bahwa sentimen positif telah menyebar ke seluruh sektor.
Dengan meningkatnya spekulasi pemangkasan suku bunga dan melemahnya dolar AS, pasar logam mulia kini berada pada momentum bullish yang kuat. Emas dan perak tetap menjadi aset lindung nilai utama yang diincar investor global di tengah ketidakpastian ekonomi dan perubahan kebijakan moneter yang semakin mendekat.
Source : Reuters.com
Komentar
Posting Komentar