Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2026
  Harga Minyak Pangkas Kenaikan Setelah Trump Tunda Serangan ke Iran, Pasar Tetap Waspadai Risiko Hormuz Harga minyak dunia memangkas sebagian penguatannya pada perdagangan Senin, 18 Mei, setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan penundaan rencana serangan militer terhadap Iran. Pernyataan tersebut meredakan sebagian risk premium yang sebelumnya mendorong lonjakan harga energi global di tengah kekhawatiran eskalasi konflik Timur Tengah. Kontrak Brent untuk pengiriman Juli turun sekitar 0,2% ke level US$109,09 per barel pada pukul 15:45 waktu AS. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) kontrak Juli masih mencatat kenaikan sekitar 0,9% menjadi US$101,90 per barel. Pergerakan yang berlawanan ini mencerminkan tingginya volatilitas pasar energi akibat tarik-menarik sentimen antara risiko perang dan harapan tercapainya solusi diplomatik. Sebelumnya, harga minyak sempat melonjak tajam karena kebuntuan antara Amerika Serikat dan Iran terus berlanjut. Kete...
Gambar
  Wall Street Ditutup Mixed, Saham Teknologi Tertekan di Tengah Pemantauan Konflik Iran Pasar saham Amerika Serikat ditutup bervariasi pada perdagangan Senin, 18 Mei, di tengah volatilitas tinggi akibat investor terus memantau perkembangan konflik Timur Tengah serta peluang tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan indeks utama menunjukkan rotasi sektor yang semakin kuat, di mana investor mulai meninggalkan saham teknologi dan beralih ke sektor defensif serta saham berbasis nilai. Indeks S&P 500 turun tipis sekitar 0,1%, sementara indeks teknologi Nasdaq melemah lebih dalam sebesar 0,5%. Sebaliknya, Dow Jones Industrial Average justru menguat sekitar 160 poin, mencerminkan penguatan pada saham-saham industri tradisional dan sektor defensif yang dianggap lebih tahan terhadap tekanan inflasi dan gejolak geopolitik. Tekanan terbesar datang dari sektor teknologi yang menjadi performer terburuk sepanjang sesi perdagangan. Pelemahan sektor ini menunjukkan me...
Gambar
Trump Ancam Serangan Lebih Besar Jika Iran Tolak Kesepakatan Damai Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali meningkatkan tekanan terhadap Iran dengan memperingatkan bahwa serangan militer akan dilakukan pada “level yang jauh lebih tinggi” apabila Teheran menolak proposal perdamaian yang sedang dinegosiasikan. Pernyataan tersebut memicu kembali ketegangan geopolitik global, meskipun laporan terbaru menunjukkan bahwa Washington dan Teheran semakin dekat menuju kesepakatan untuk mengakhiri konflik berkepanjangan yang telah mengguncang pasar dunia selama hampir 10 minggu terakhir. Dalam unggahan di platform Truth Social, Trump menyampaikan bahwa operasi militer Amerika Serikat yang dikenal sebagai “Operation Epic Fury” akan dihentikan jika Iran bersedia menerima kesepakatan yang telah dibahas kedua pihak. Namun, Trump juga menegaskan bahwa hasil tersebut masih menjadi “asumsi besar” karena belum ada persetujuan final dari pemerintah Iran. Pernyataan tersebut langsung menarik perhatian...