Trump Berjanji Segera Negosiasikan Akhir Perang Ukraina
Presiden Donald Trump menegaskan bahwa ia dan Presiden Rusia telah sepakat dalam sebuah percakapan telepon untuk segera memulai negosiasi dengan Presiden Ukraina demi mengakhiri konflik yang telah berlangsung hampir tiga tahun. Melalui pernyataan di platform Truth Social, Trump menjelaskan bahwa langkah pertama yang akan dilakukan adalah menghubungi Presiden Volodymyr Zelenskyy untuk menyampaikan hasil pembicaraan tersebut. Ia juga telah menugaskan Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Direktur CIA John Ratcliffe, Penasihat Keamanan Nasional Michael Waltz, serta Duta Besar sekaligus Utusan Khusus Steve Witkoff untuk memimpin proses negosiasi, yang menurutnya memiliki peluang besar untuk berhasil.
Meski begitu, Trump tidak menjelaskan lebih rinci mengenai syarat atau kerangka kesepakatan yang diusulkan untuk mengakhiri perang Rusia–Ukraina. Namun, petunjuk awal muncul dari Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, yang pada pertemuan Ukraine Defense Contact Group di Jerman menegaskan bahwa AS menolak opsi keanggotaan NATO bagi Ukraina sebagai bagian dari penyelesaian. Pernyataan ini menutup salah satu tuntutan utama Kyiv yang selama ini dipandang sebagai elemen penting bagi keamanan jangka panjang negara tersebut.
Di sisi lain, hubungan Trump dengan Moskow kembali menjadi sorotan setelah pembebasan guru Amerika Marc Fogel dari tahanan Rusia. Witkoff, negosiator sandera utama Trump, menyebut bahwa pembebasan tersebut tidak lepas dari “persahabatan yang kuat” antara Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin, serta hubungan baik dengan Putra Mahkota Arab Saudi. Witkoff menilai keterlibatan Rusia dalam pembebasan Fogel menunjukkan potensi kerja sama yang lebih kondusif ke depan, terutama dalam upaya meredakan konflik global termasuk perang di Ukraina.
Marc Fogel, yang ditahan sejak Agustus 2021 karena membawa marijuana untuk keperluan medis, menyampaikan rasa syukurnya ketika disambut langsung oleh Trump di Gedung Putih. Meski mengapresiasi langkah Rusia, Trump menolak mengungkap detail kesepakatan pertukaran tahanan tersebut dan hanya menyebutnya sebagai kesepakatan yang “sangat adil dan sangat masuk akal”. Ia juga menyatakan bahwa satu pembebasan sandera tambahan akan diumumkan dalam waktu dekat.
Waltz menambahkan bahwa pembebasan Fogel melalui proses “pertukaran yang dinegosiasikan” antara AS dan Rusia, meskipun pemerintah belum membeberkan apa yang diberikan sebagai imbalan. Selama beberapa tahun terakhir, pertukaran tahanan semacam ini biasanya melibatkan pembebasan warga Rusia yang ditahan di AS. Waltz menilai langkah ini sebagai sinyal positif bahwa kedua negara bergerak menuju penyelesaian diplomatik atas invasi Rusia ke Ukraina, yang telah menelan korban ratusan ribu jiwa sejak 2022.
Trump sebelumnya berjanji akan mengakhiri perang Ukraina sebelum resmi menjabat pada 20 Januari, dan belakangan timnya menargetkan 100 hari pertama masa pemerintahannya sebagai batas waktu untuk mencapai kemajuan signifikan. Sejauh ini, pembebasan enam warga Amerika di Venezuela serta kembalinya Fogel menjadi bukti awal upaya diplomatik pemerintahan Trump.
Dengan dinamika yang terus bergerak dan tekanan global yang meningkat, negosiasi yang akan dimulai ini dipandang sebagai salah satu momen paling krusial dalam upaya menciptakan stabilitas baru bagi kawasan Eropa Timur, sekaligus menguji kemampuan diplomasi pemerintahan Trump dalam menyelesaikan konflik internasional berskala besar.
Source : VOA
Komentar
Posting Komentar