Lonjakan Pasokan Global Bikin Reli Minyak Terhenti: Harga Tertahan, Tekanan Jangka Pendek Meningkat

Harga minyak dunia bergerak sedikit lebih tinggi, namun tetap berada di jalur penurunan mingguan kedua berturut-turut. West Texas Intermediate (WTI) sempat mendekati level USD60 per barel, sementara Brent stabil di sekitar USD63 pada perdagangan Kamis. Meski ada sedikit kenaikan intraday, kedua acuan utama tersebut masih mencatat pelemahan sekitar 2% sepanjang pekan ini, menandakan tekanan jual yang belum mereda.

Penyebab utama stagnasi reli minyak adalah lonjakan pasokan global. Produksi OPEC+ meningkat setelah beberapa negara anggota kembali menambah suplai, ditambah output yang terus menguat dari Brasil dan Amerika Serikat. Secara kumulatif, WTI telah melemah sekitar 17% sepanjang tahun ini. Bulan lalu, International Energy Agency (IEA) juga memperkirakan bahwa surplus pasokan tahun depan akan mencapai rekor tertinggi, bahkan lebih besar dari proyeksi sebelumnya. Melimpahnya pasokan ini membuat pasar relatif kebal terhadap gangguan aliran minyak Rusia ke India dan Tiongkok akibat sanksi AS.

Indikator pasar turut memperkuat sinyal pelemahan. Spread prompt antara kontrak WTI terdekat dan kontrak bulan berikutnya terus menyempit dalam beberapa pekan terakhir, mendekati posisi terendah Februari. Penyempitan spread ini mencerminkan persepsi pasar bahwa kondisi pasokan semakin longgar, sehingga tekanan menurun terhadap harga kemungkinan akan berlanjut.

Dengan kombinasi pasokan berlimpah, ketidakpastian permintaan, dan indikator teknikal yang menunjukkan tren bearish, prospek harga minyak dalam jangka pendek masih dibayangi risiko penurunan lanjutan. Para pelaku pasar kini menunggu data permintaan global dan perubahan kebijakan produksi sebelum reli minyak dapat menemukan pijakan baru.

Sumber: Newsmaker.id

Komentar

Postingan populer dari blog ini