Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2026
Gambar
  Inflasi Jasa Tahan Penguatan Pound: GBP/USD Bergerak Datar di Tengah Ketidakpastian Suku Bunga Inggris dan AS Pergerakan pasangan mata uang GBP/USD cenderung stagnan di kisaran 1.3500 pada perdagangan Selasa, setelah mengalami koreksi tajam dari puncak akhir Januari di sekitar 1.3870. Konsolidasi dalam rentang sempit ini mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar yang masih menanti kejelasan arah kebijakan suku bunga Inggris dan Amerika Serikat. Minimnya katalis baru membuat pound sterling tertahan, terutama oleh tekanan inflasi jasa yang masih tinggi di Inggris. Dari sisi Inggris, Gubernur Bank of England, Andrew Bailey, menyebut keputusan suku bunga bulan Maret sebagai “pertanyaan yang sepenuhnya terbuka”. Pada Februari, bank sentral mempertahankan suku bunga di level 3,75% melalui voting tipis 5-4, dengan Bailey menjadi suara penentu. Pernyataan tersebut menggarisbawahi bahwa arah kebijakan moneter Inggris masih sangat bergantung pada dinamika inflasi, khususnya di sektor jasa....
Gambar
  Dolar AS Melemah Jelang Data Tenaga Kerja, Aussie Menguat Didukung Sikap Hawkish RBA Dolar AS kembali tertekan terhadap mayoritas mata uang utama Group-of-10 (G10) seiring investor menanti rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang tertunda namun krusial. Pelemahan ini terjadi setelah data penjualan ritel yang mengecewakan memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mengambil sikap lebih dovish dalam kebijakan moneternya tahun ini. Indeks Bloomberg Dollar Spot tercatat turun 0,2%, memperpanjang pelemahan menjadi empat hari berturut-turut. Pada sesi sebelumnya, indeks ini sudah bergerak melemah setelah data penjualan ritel Desember menunjukkan stagnasi tak terduga. Kondisi tersebut kembali memicu spekulasi bahwa The Fed berpotensi melakukan pemangkasan suku bunga untuk ketiga kalinya tahun ini, terutama jika perlambatan ekonomi semakin terlihat pada data tenaga kerja. Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh pernyataan bernada defensif dari pejabat pemerintahan Presiden AS D...
Gambar
  Kemenangan Telak Takaichi Picu Reli Bursa Tokyo, Saham Jepang Cetak Rekor Baru Pasar saham Jepang melonjak tajam di Tokyo setelah Perdana Menteri Sanae Takaichi meraih kemenangan telak dalam pemilu hari Minggu. Hasil ini langsung memicu ekspektasi peningkatan belanja pemerintah dan kebijakan fiskal yang lebih ekspansif, mendorong sentimen investor secara signifikan. Indeks Nikkei 225 melesat ke rekor tertinggi baru, sementara indeks Topix turut mencetak level puncak sepanjang sejarah, menandai respons pasar yang sangat positif terhadap arah kebijakan pemerintahan baru. Pada perdagangan pagi, Nikkei menguat sekitar 4% dan Topix naik lebih dari 2%. Kenaikan ini dipimpin oleh sektor elektronik dan perbankan, yang dipandang paling diuntungkan dari strategi industrial pemerintah, termasuk peningkatan belanja negara dan akselerasi investasi di bidang kecerdasan buatan. Investor dengan cepat mengalihkan dana ke saham-saham berkapitalisasi besar yang memiliki keterkaitan langsung dengan ...
Gambar
  Aksi Ambil Untung Tahan Emas Bertahan di Level USD 5.000 Harga emas melemah dari area USD 5.000 per ons seiring pasar mulai melakukan aksi ambil untung dan belum menemukan katalis baru yang cukup kuat setelah volatilitas ekstrem pekan lalu. Tekanan jual jangka pendek muncul secara alami setelah reli tajam, membuat pergerakan emas kembali kehilangan momentum untuk mempertahankan level psikologis tersebut. Emas spot (XAU/USD) saat ini diperdagangkan di sekitar USD 4.953 per ons, naik tipis sekitar 0,1% dibandingkan penutupan sebelumnya. Namun, harga masih bergerak fluktuatif dalam rentang harian yang lebar, yakni USD 4.855 hingga USD 5.092 per ons. Pola ini menegaskan bahwa pasar emas masih berada dalam fase konsolidasi dengan volatilitas yang relatif tinggi. Sepanjang pekan ini, pergerakan emas cenderung tidak memiliki arah yang jelas. Harga sempat kembali menembus USD 5.000 ketika pembeli memanfaatkan koreksi harga, tetapi segera berbalik turun setelah pelaku pasar mengunci keunt...
Gambar
Efek “Warsh”? Emas dan Perak Mendadak Kacau, Pasar Logam Mulia Diguncang Guncangan Bersejarah Pasar logam mulia mengalami pembalikan ekstrem pada Jumat, 30 Januari, dalam sebuah pergerakan yang jauh melampaui koreksi biasa. Setelah reli agresif yang dinilai “irasional” dan mendorong harga ke rekor tertinggi, emas anjlok paling dalam dalam beberapa dekade terakhir, sementara perak mencatat penurunan intraday terbesar sepanjang sejarah. Kejatuhan ini datang seperti kejutan mendadak bagi pasar yang sebelumnya terlalu nyaman dengan tren naik. Harga emas sempat merosot lebih dari 12% dan menembus ke bawah level psikologis USD 5.000 per troy ounce, menandai penurunan harian terdalam sejak awal 1980-an. Perak bahkan runtuh lebih dari 36% dalam satu sesi perdagangan. Dampaknya merembet luas ke pasar komoditas lain: tembaga di London Metal Exchange turun sekitar 3% lebih setelah sebelumnya mencetak rekor. Pada saat yang sama, dolar AS menguat tajam, membuat komoditas berdenominasi dolar menjadi...