Emas Melemah Tertekan Penguatan Dolar AS di Tengah Ketegangan Perdagangan Global

Harga emas sedikit melemah setelah Presiden Donald Trump memberlakukan tarif baru atas impor dari Kanada, Meksiko, dan Tiongkok. Lonjakan dolar AS berhasil menekan permintaan safe haven, sementara pasar global bersiap menghadapi risiko perang dagang yang semakin nyata.

Emas batangan diperdagangkan di kisaran $2.790 per ons, masih dekat dengan rekor tertinggi yang dicapai pada Jumat lalu. Sementara itu, indeks dolar AS melonjak hingga 1%, menambah tekanan bagi emas. Dampak inflasi dari kebijakan tarif di antara negara-negara ekonomi terbesar dunia berpotensi menjaga biaya pinjaman tetap tinggi, sehingga membatasi daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil. Penguatan dolar juga membuat harga emas lebih mahal bagi pembeli dari luar Amerika.

Washington mengumumkan tarif 25% untuk barang impor dari Kanada dan Meksiko, serta 10% untuk produk asal Tiongkok yang akan berlaku mulai Selasa. Impor energi dari Kanada akan dikenakan bea masuk sebesar 10%. Sebagai balasan, Ottawa menetapkan tarif 25% untuk barang-barang asal AS, Meksiko berjanji melakukan tindakan serupa, dan Beijing menyatakan akan mengambil langkah balasan yang dianggap tepat. Trump bahkan mengancam akan menerapkan tarif terhadap Uni Eropa, yang langsung merespons dengan janji tindakan keras.

Perang dagang global berpotensi menjadi hambatan besar bagi pertumbuhan ekonomi, memaksa reorganisasi rantai pasok internasional, dan mengancam stabilitas pasar keuangan dunia. Dalam kondisi seperti ini, emas biasanya mendapat keuntungan dari permintaan aset aman. Namun, penguatan dolar dan ekspektasi suku bunga tinggi mengimbangi potensi dukungan tersebut. Sejauh ini, sebagian besar dampak mungkin sudah tercermin di pasar, mengingat harga emas telah naik 6% sejak awal tahun, menyentuh rekor tertinggi pada Jumat lalu setelah reli 27% sepanjang 2024.

Menurut Chris Weston, Kepala Riset Pepperstone Group Ltd., The Fed masih mengadopsi pendekatan “wait and see”, sehingga emas saat ini lebih menjadi instrumen lindung nilai terhadap kebijakan perdagangan yang memburuk dan meningkatnya friksi global. Pada pukul 08.03 waktu Singapura, emas spot turun 0,2% ke $2.794,30 per ons setelah pekan lalu menguat 1%. Sementara itu, Bloomberg Dollar Spot Index naik 0,9% setelah juga meningkat 1% pada minggu sebelumnya. Logam mulia lainnya turut terkoreksi, dengan perak, platinum, dan paladium semuanya mengalami penurunan. 


Source: Bloomberg

Komentar

Postingan populer dari blog ini