Menjelang CPI, Sentimen Dovish Dorong Reli Kripto Pasar kripto mencatat reli pada Kamis, seiring meningkatnya optimisme global terhadap aset berisiko. Bitcoin (BTC) diperdagangkan di kisaran US$114.000, sementara Ethereum (ETH) bertahan di sekitar US$4.430, dan Solana (SOL) mendekati level US$225. Kenaikan ini terjadi di tengah perbaikan sentimen risiko global, meskipun pelaku pasar tetap berhati-hati menjelang rilis data inflasi konsumen AS (CPI). Pemicu utama reli kripto berasal dari rilis data Producer Price Index (PPI) AS untuk Agustus yang lebih lemah dari perkiraan. Hal ini memperkuat ekspektasi bahwa The Federal Reserve akan menurunkan suku bunga pada pertemuan pekan depan. Kontrak berjangka Fed Fund saat ini menilai pemangkasan 25 basis poin sebagai skenario dasar, sementara peluang pemangkasan 50 basis poin masih terbatas, sekitar 10%. Secara historis, prospek suku bunga lebih rendah cenderung mendukung aset berisiko seperti kripto karena meningkatkan likuiditas dan menekan...
Postingan
Menampilkan postingan dari September, 2025
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Saham Eropa Menguat Tipis pada Jumat, Momentum Tertahan Kebijakan Tarif Baru AS Bursa saham utama Eropa ditutup sedikit lebih tinggi pada perdagangan Jumat setelah dua sesi berturut-turut mencatatkan kerugian. Indeks STOXX 50 naik 0,4%, sementara STOXX 600 menguat sekitar 0,3%. Meskipun ada tanda-tanda pemulihan, pergerakan indeks masih tertahan oleh kebijakan tarif baru dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menargetkan sejumlah sektor industri global. Kebijakan Tarif Baru AS Menekan Sentimen Pasar Mulai 1 Oktober, produk farmasi bermerek dan berpaten akan dikenakan tarif 100% kecuali perusahaan pembuatnya membangun fasilitas produksi di Amerika Serikat. Kebijakan ini menjadi sorotan utama pelaku pasar, terutama karena berpotensi menekan sektor farmasi global, termasuk perusahaan besar di Eropa. Selain itu, tambahan bea masuk juga diberlakukan, antara lain tarif 25% untuk truk berat, 50% pada kabinet dapur serta meja rias kamar mandi, dan 30% pada furnitur berlapis impor. ...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Indeks Dolar AS Melemah ke 96, Pasar Tunggu Data Inflasi PCE Inti Indeks dolar Amerika Serikat ( DXY ) melemah pada Selasa, turun sekitar 0,1% ke level 96,88 setelah sebelumnya mencatat kenaikan selama tiga hari beruntun. Pelemahan ini terjadi seiring pasar mencerna komentar beragam dari pejabat Federal Reserve (The Fed) mengenai arah kebijakan suku bunga di masa depan. Pandangan Berbeda dari Pejabat The Fed Pelemahan dolar dipicu oleh perbedaan pandangan dua pejabat kunci The Fed. Alberto Musalem menekankan pentingnya kehati-hatian dalam pemangkasan suku bunga untuk menjaga lapangan kerja sekaligus mengendalikan inflasi. Sebaliknya, Stephen Miran menyebutkan bahwa pemangkasan lebih dalam mungkin diperlukan untuk mendorong pertumbuhan, terutama jika data ekonomi kembali melemah. Perbedaan sikap ini membuat investor lebih berhati-hati, sehingga tekanan terhadap dolar meningkat. Akibatnya, mata uang utama lain seperti euro menguat 0,44% dan franc Swiss naik 0,38%. Pergeseran ini me...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Pasar Saham Asia Lesu Jelang Keputusan Suku Bunga The Fed Pasar saham Asia diperkirakan dibuka dengan pergerakan terbatas pada Selasa, seiring investor menahan diri menjelang keputusan penting suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) yang akan diumumkan pada Rabu. Sentimen global yang berhati-hati ini tercermin dari pergerakan pasar Amerika Serikat, di mana S&P 500 melemah tipis 0,1% dan Nasdaq 100 menghentikan reli sembilan hari beruntun. Indeks Asia Diproyeksi Bergerak Campuran Futures ekuitas menunjukkan pelemahan tipis di Sydney dan Tokyo , sementara Hong Kong diperkirakan dibuka menguat. Kondisi ini mengindikasikan bahwa pasar Asia masih menunggu kepastian arah kebijakan moneter AS, yang akan sangat memengaruhi arus modal global dalam beberapa bulan mendatang. Selain itu, perhatian investor di kawasan juga tertuju pada lelang obligasi pemerintah Jepang tenor 20 tahun . Ketidakpastian politik domestik serta risiko fiskal yang masih membayangi membuat tekanan pada obli...